Minggu, 29 Mei 2011

Cloud Computing

Cloud Computing atau Komputasi Awan adalah gabungan pemanfaatan teknologi komputer (‘komputasi’) dan pengembangan berbasis Internet (‘awan’). Awan (cloud) adalah istilah lain dari internet, sebagaimana awan yang sering digambarkan di diagram jaringan komputer. Sebagaimana awan dalam diagram jaringan komputer tersebut, awan (cloud) dalam Cloud Computing juga merupakan abstraksi dari infrastruktur kompleks yang disembunyikannya. Ia adalah suatu moda komputasi di mana kapabilitas terkait teknologi informasi disajikan sebagai suatu layanan , sehingga pengguna dapat mengaksesnya lewat Internet (“di dalam awan”) tanpa pengetahuan tentangnya, ahli dengannya, atau memiliki kendali terhadap infrastruktur teknologi yang membantunya.

Awan komputasi dipecah menjadi tiga segmen:. “Aplikasi”,”platform”, dan “infrastruktur” Setiap segmen melayani tujuan yang berbeda dan menawarkan produk yang berbeda untuk bisnis dan individu di seluruh dunia. Pada bulan Juni 2009, sebuah studi yang dilakukan oleh VersionOne menemukan bahwa 41% dari senior profesional TI benar-benar tidak tahu apa komputasi awan dan dua-pertiga dari profesional keuangan senior bingung dengan konsep ini,menyoroti sifat teknologi masa kini . Pada September 2009, sebuah Kelompok studi Aberdeen menemukan bahwa perusahaan disiplin mencapai rata-rata pengurangan 18% dalam anggaran TI mereka dari komputasi awan dan pengurangan 16% daya biaya data center.

Salah satu kelebihan Cloud Computing adalah sangat cepat di deploy, sehingga cepat berarti instant untuk implementasi.

* Nantinya biaya start-up teknologi ini mungkin akan sangat murah atau tidak ada dan juga tidak ada investasi kapital.
* Biaya dari service dan pemakaian akan berdasarkan komitmen yang tidak fix.
* Service ini dapat dengan mudah di upgrade atau downgrade dengan cepat tampa adanya Penalty.
* Service ini akan menggunakan metode multi-tenant (Banyak customer dalam 1 platform).
* Kemampuan untuk meng customize service akan menjadi terbatas.


Tetapi, Clod Computing juga memiliki resiko, diantaranya,

* Service level – Cloud provider mungkin tidak akan konsisten dengan performance dari application atau transaksi. Hal ini mengharuskan anda untuk memahami service level yang anda dapatkan mengenai transaction response time, data protection dan kecepatan data recovery.
* Privacy – Karena orang lain / perusahaan lain juga melakukan hosting kemungkinan data anda akan keluar atau di baca oleh orang lain dapat terjadi tanpa sepengetahuan anda atau approve dari anda.
* Data ownership – kepemilikan data yang diberikan akan menjadi dapat menjadi milik bersama di dunia maya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar